Selasa, 31 Januari 2012

interpretasi ekg


Interpretasi EKG



KERTAS EKG :
þ Kertas EKG merupakan kertas grafik dengan jarak 1 mm (disebut kotak kecil), garis yang lebih tebal berjarak 5 mm (disebut kotak sedang)
þ Garis horisontal menggambarkan waktu, kecepatan kertas 25 mm/detik
þ Maka 1 detik = 25 kotak kecil,
þ 1 menit = 60 x 25 = 1500 kotak kecil = 300 kotak sedang
þ 1 kotak kecil = 1/25 = 0,04 detik
þ 5 kotak kecil = 1 kotak sedang = 0,004 x 5 = 0,2 detik
þ Garis vertikal menggambarkan voltase, dimana 1 mm = 0,1 mVolt

Kotak EKG






































































































5 mm =
Kotak sedang
 
1 mm =
Kotak kecil
 




SADAPAN EKG
ý Sadapan ekstremitas : Lead I, II, III, AVR, AVL, AVF
ý Sadapan prekordial : Lead V1, V2, V3, V4, V5, V6
ý Sadapan ekstremitas menggambarkan aktivitas listrik jantung bidang frontal
ý Sadapan prekordial menggambarkan aktifitas listrik jantung bidang horisontal
ý Berdasarkan bidang tersebut, maka lead bisa menggambarkan kondisi jantung :
ý Lokasi jantung anterior : V1 s.d. V6, dengan rincian :
ý Antero septal  : V1 - V4
ý Anterolateral : V5 - V6
ý Lokasi jantung high lateral : 1, dan AVL
ý Lokasi jantung inferior : II, III, dan AVF (lihat gambar di bawah)









 









KURVA EKG
Gelombang EKG terdiri dari gelombang PQRST
(ingat, yang digaris dan huruf tebal yang harus diingat!)

Gelombang P
Ä Gelombang P merupakan gambaran proses depolarisasi atrium (atrium berkontraksi)
Ä Lebar kurang dari 0,12 detik
Ä Tinggi kurang dari 0,3 mVolt
Ä P selalu positif di lead II
Ä P selalu negatif di lead AVR

Gelombang QRS
Ä Gelombang QRS merupakan gambaran proses depolarisasi ventrikel (ventrikel berkontraksi)
Ä Lebar 0,06 – 0,12 detik
Ä Tinggi tergantung lead
Ä Gel Q merupakan defleksi negatif I dari gel QRS
Ä Lebar gel Q kurang dari 0,04 detik
Ä Dalamnya gel Q kurang dari 1/3 R
Ä Q yang tidak normal adalah Q patologis
Ä Gel R merupakan defleksi positif I sesudah Q dari gel QRS
Ä Gel S merupakan defleksi negatif sesudah gel R

Gelombang T
Ä Gelombang T merupakan gambaran proses repolarisasi ventrikel

Interval PR
Ä Diukur dari permulaan gel P sampai permulaan gel QRS
Ä Normal antara 0,12 – 0,20 detik
Ä Merupakan waktu yang dibutuhkan untuk depolarisasi atrium dan jalannya impuls melalui berkas his sampai pada permulaan depolarisasi ventrikel
Ä Nilai klinis untuk mengetahui apakah hantaran impuls di berkas his normal atau mengalami gangguan

Segmen ST
Ä Diukur dari akhir gelombang S sampai awal gelombang T
Ä Nilai klinis untuk mengukur adanya infark atau iskhemik












PENILAIAN EKG
Cara menilai EKG adalah :
1.     Tentukan frekwensi jantung
2.    Tentukan irama jantung
3.    Tentukan aksis jantung
4.    Tentukan adanya hipertropi
5.    Tentukan adanya tanda iskhemik
6.    Tentukan adanya gangguan pembentukan impuls
7.    Tentukan adanya gangguan penghantaran impuls
8.    Khusus EKG kegawatan, pertama kali yang dilihat, tentukan adakah EKG kegawatan berupa : Ventrikel takikardi (VT), Ventrikel Vibrilasi (VF), Atrial Fibrilasi (AF) dan Ventrikel ekstra sistole (VES)

Langkah menentukan frekwensi jantung :
ü Tentukan 2 puncak gelombang R di lead II
ü Hitung berapa jumlah kotak kecil antara 2 puncak gelombang R
ü Hitung frekwensi sesuai dengan rumus :
                                                        atau


ü Normal 60 – 100
ü Takikardi bila lebih dari 100 x/menit
ü Bradikardi bila kurang dari 60 x/menit






Langkah menentukan irama jantung
ü Tentukan irama jantung apakah reguler (jarak R-R sama) atau ireguler
ü Tentukan apakah irama sinus atau tidak, dengan kriteria :
ü Irama reguler/teratur
ü Gel P normal
ü Gel P selalu diikuti gel QRS
ü Gel P selalu positif di lead II dan negatif di lead AVR
ü Interval PR normal
ü Gelombang QRS normal
ü Irama yang tidak memenuhi ketentuan tersebut dinamakan disritmia
ü Penyebab disritmia : (1) gangguan pembentukan impuls dan
     (2) gangguan penghantaran impuls

Aksis jantung
ü Aksis jantung adalah sudut arah aliran impuls jantung
ü Menghitung dengan QRS di bidang frontal
ü Aksis normal terletak antara -30 s.d. +110 derajat
ü Deviasi aksis ke kiri (LAD) antara -30 s.d. -90 derajat
ü Deviasi aksis ke kanan (RAD) antara + 110 s.d. -180 derajat

Langkah menentukan aksis jantung
ü Seperti menghitung 2 vektor, yaitu vektor lead I dan vektor lead AVF
ü Tentukan selisih tinggi R dan S di lead I
ü Tentukan selisih tinggi R dan S di lead AVF
ü Tentukan jumlah kedua vektor tersebut

Langkah menentukan tanda-tanda hipertrofi
ü Hipertrofi atrium kanan
Ditandai gel P pulmonal : gel P yang lancip dan tinggi, paling jelas di lead I dan II
ü Hipertrofi atrium kiri
Ditandai gel. P mitral : gel P yang lebar dan berlekuk, paling jelas di lead I dan II
ü Hipertrofi ventrikel kanan
Ditandai gel R lebih besar dari gel S pada lead prekordial kanan
Gel S menetap di V5 V6
Depresi segmen ST dan gel T terbalik di V1-V3
ü Hipertrofi ventrikel kiri
Gel R pada V5 atau V6 lebih dari 27 mm atau gel S di V1 ditambah gel R di V5 atau V6 lebih dari 35 mm
Depresi segmen ST dan gel T terbalik di V5 V6

Tanda iskhemik dan infark
ü Iskemik : depresi segmen ST atau gel T terbalik
ü Infark akut : elevasi segmen ST, sering disertai dengan gel Q patologis
ü Fase recent/sub akut : gel Q patologis disertai gel T terbalik
ü Infark old (OMI) : gel Q patologis disertai segmen ST dan gel T normal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar